Belajar Jazz : Improvisasi, Komposisi, dan Aransemen

Belajar Jazz : Improvisasi, Komposisi, dan Aransemen
pict by : www.pixabay.com

Masih bahas masalah jazz yak teman-teman, kalo ini kita bakal bahas masalah Improvisasi, Komposisi, dan Aransemen. Take it easy, kuy belajar sembari memahami dan menikmati jazz.


IMPROVISASI

Seni mengomposisi saat bermain, tanpa notasi tertulis, udah luaaama banget dianggap sebagai ciri khas yang ngebedain jazz dari musik lain, walaupun banyak kultur musikal dunia juga berimprovisasi dalam derajat tertentu. Mungkin benar, mungkin juga kagak, bahwa ga ada musik lain yang menitikberatkan kreativitas instan dalam permainannya, tempat musisi diharapkan mencapai taraf kreativitas tertentu, tapi musisi jazz berbicara dan berlaku seolah memang jazz-lah satu-satunya jenis musik yang demikian. Mereka berbicara tentang melampaui batasan apa yang telah dikomposisikan, melampaui interpretasi ala kadarnya, menuju tingkat kreativitas yang jauh lebih inspiratif dan lebih spontan; suatu taraf yang memungkinkan orang yang berimprovisasi bersentuhan dengan kesadaran dan ketidaksadarannya.

Bicara kalo musisi jazz berimprovisasi kagak berarti mereka bermain tanpa berpikir, atau secara "alami", atau tanpa batasan, aransemen, atau rencana mengenai apa yang akan dimainkan. Walaupun aransemen dalam improvisasi itu minim dan kagak tertulis nih ye, kayak dalam jam session, tetapi tetap ada lah prinsip-prinsip yang disepakati bersama mengenai hal-hal baru yang akan dimainkan dak keterikatannya dengan musik secara keseluruhan, dan setidaknya beberapa standar yang menentukan sukses-tidaknya improvisasi. Standar-standar ini, dalam tingkat yang bervariasi, juga disepakati oleh para pendengarnya.

Beban improvisasi pada musisi bisa menciutkan nyali. Pendengar jazz ngarepin yang mereka dengar saat pertunjujan berbeda dari yang dimainkan musisi lain, daannn kaga seperti pendengar pop, mereka pengen dengerin sesuatu yang berbeda dari rekaman sang musisi itu sendiri.


"Cahrlie Parker" pict by :www.dailybeast.com

Bahkan jika karya yang sama dimainkan lagi malam harinya, karya itu juga diharapkan terdengar baru. Tuntutan tingkat kreativitas suaaangad tinggi, bahkan terkadang kagak realistis; musisi ga cuma dituntut untuk terdengar berbeda dari musisi lain, tetapi juga berbeda dari dirinya sendiri. Karena dituntut untuk sama sekali unik, sejumlah pemain menolak pengaruh solois kuat lainnya dengan cara hanya mempelajari permainan dan rekaman mereka sendiri; sebagian lainnya begitu terfokus pada proyek mereka sendiri sehingga menghindari mendengar jazz sama sekali.

Bagi musisi yang harus tampil beberapa kali semalam, enam malam selama seminggu dalam 30 tahun, tuntutan tentang penciptaan ide baru setiap saat, yang bagaimanapun juga bakal kedengaran kayak idenya sendiri, menjadi mustahil dipenuhi. Pada kenyataannya, pengimprovisasi yang paling berciri khas dan kreatif pun (seorang Charlie Parker atau Sonny Rollins) bermain dengan elemen-elemen [atau lick] stilistik personal yang diulang yang membuat mereka rentan sama para imitator. Bahkan maestro seperti mereka masih memiliki ketakutan menjadi mangsa imitasi diri sendiri, yang kadang malah jadi parodi buat diri sendiri.


pict by : www.pixabay.com


IMPROVISASI DAN KOMPOSISI

Perbedaan anatara improvisasi dam komposisi (pengimprovisasi bekerja dalam satu kelompok musisi sedangkan komposer bekerja keras sendiri) kagak sejelas yang kita kira brader. Keduanya adalah bentuk-bentuk komposisi, dan keduanya berkaitan dengan pertunjukan. Sebagian komposer mampu mengkomunikasikan komposisinya (baik itu tertulis pada lembar partitur atau kagak) dengan menyanyikan atau memainkannya untuk para musisi yang akan menampilkan komposisi tersebut. dan beberapa komposisi terus dikembangkan melalui dan selama latihan bersama. Apalagi semenjak munculnya tape recorder dan sarana perekam elektronik lainnya, perbedaan semacam ini semakin kaga kerasa.


"Jelly Morton (piano) dan Bandnya, Chicago 1926" pict by : www.acloserwalknola.com

Musisi juga mungkin memainkan musik yang ditulis sehingga "terdengar" berimprovisasi, bahkan memainkannya secara fisik sehingga "tampak" terimprovisasi; sama halnya dengan komposer juga mungkin menulis musik yang terdengar terimprovisasi. Beberapa komposer jazz yang paling berdedikasi kayak Jelly Morton, Roll Morton, Duke Ellington, Gil Evans, George Russel dan Anthony Braxton udah melakukannya.

Peran komposer pada masa awal jazz sebagian ditentukan oleh keterbatasan teknologi (rekaman single sepanjang tiga menit) dan kedudukan jazz dalam dunia komersil. Walaupun komposisi kadang-kadang bisa serumit "Black Bottom Stomp" Jelly Morton, dengan empat tema yang berbeda, sebagian besar bentuk komposisi jazz dibentuk oleh satu atau dua tema dengan variasi oleh solois dan ensembel. Bahkan setelah perkembangan rekaman long-playing yang memiliki potensi untuk memperpanjang komposisi hingga empat puluh menit, hanya sedikit komposer yang benar-benar nyobain menciptakan karya yang panjang.

Bahkan komposer jazz terbesar kayak Duke Ellington menjaga komposisinya tetap di angka sekitar lima belas menitan atau menggunakan bentuk suite (serangkaian lagu pendek yang berkesinambungan). Dalam beberapa puluh tahun terakhir Globe Unity Orchestra yang berbasis di Jerman, London Improvisers Orchestra punyanya Barry Guy, sama Anthony Braxton udah menciptakan komposisi yang ngebuka kesempatan buat seluruh orkestra berimprovisasi secara kolektif dalam rentang waktu lama.


pict by : www.pixabay.com

ARANSEMEN

Kerumitan lebih jauh dalam perbedaan komposer-pengimprovisasi adalah pentingnya arranger. Aransemen adalah sebuah rencana yang disepakati para musisi untuk dipatuhi sebelum mereka bermain, dimaksudkan untuk membentuk penampilan mereka di luar melodi dan harmoni.

Jadi, sebuah aransemen bisa sesederhana kesepakatan memainkan melodi pada satu titik tententu, solo dalam urutan tertentu, atau penghentian pada waktu tertentu. Aransemen bisa disepakati saat sebelum musik dimulai atau dibentuk ketika dimainkan : "bagian utama" seringkali dikembangkan dalam permainan, disusun malam demi malam dengan menambahkan atau mengurangi beberapa bagian. Dalam grup kecil, aransemen bisa menyertakan riff  buat dimainkan di belakang solois, kontra melodi yang dimainkan bertentangan dengan melodi itu sendiri, atau sejumlah variasi kecil.

Dalam grup yang lebih besar, arranger tampil sebagai figur yang lebih penting, yang menciptakan voicing yang khas untuk harmoni, melakukan perubahan harmoni, mengomposisi ulang melodi yang sudah ada dengan variasi-variasi kecil, atau menulis variasi melodi. Arranger jazz terbaik mencari-cari cara untuk menempatkan solois dalam rangka seluruh orkestra, menyeimbangkan suatu suara dengan seluruh orkestra. Duke Ellington, Gil Evans, dan George Russel, misalnya, membuat grup-grup yang memainkan aransemen mereka menjadi kekuatan yang khas. Sementara itu, para solois hebat bisa mengenali gaya aransemen seorang arranger, apapun materinya brader. Dalam aransemen terbaik, yaitu yang organik dan menyatu, pendengar kadang-kadang sulit memilah bagian-bagian yang dikomposisikan dan yang diimprovisasikan.

Jadi jazz mendobrak pemikiran konvensional Barat dengan meniadakan perbedaan antara komposer dan pemain, kreator dan interpreter, komposer dan arranger, artis dan entertainer, bahkan solois dan grup. Dalam jazz, aktivitas itu sendiri sama pentingnya dengan hasil yang dicapai. Jazz adalah musik yang dipelajari sambil dimainkan dalam permainan kolektif. Dengan demikian, jazz adalah satu bentuk yang berkembang, bentuk sosial, dan bersifat etis sekaligus estetis. Ga heran kalo kemudian buanyak banget musisi jazz yang berbicara mengenai musik mereka dalam terminologi metafisika atau spiritual, dan memberi pembenaran dalam hal kemampuan musik itu bertahan hidup secara personal dan kolektif.





   

  


24 comments

  1. Mantap oldschool jazz.saya makin gandrung jazz saat baca karya2 jack keroac.terutama yg genre beebop

    ReplyDelete
  2. Asyik nih kl bs tahu seluk beluk jazz. Kalau aku jenis musik jazz ini kadang ada yg suka kadang ada yang gak suka. Entahlah. Mungkin sesuai pendengaran kali ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lumrah itu mbak, ibarat makanan, ada yang ga suka, ada pula yang suka. :D

      Delete
  3. Saya merasa kesulitan untuk membedakan antara Inprovisasi dengan komposisi. Apalagi tidak ada contoh suara antara keduanya. Sehingga meraka kesulitan. Yang tahu, sekilas tentang Jazz ketika ada alat musik Sexofon, maka itu lah Jazz.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yap,, memang susah dibedakan bang, tipis kali perbedaannya, kalo sekarang sih komposisi lebih dikaitkan ke karya panjang, sisanya improvisasi. tapi lagi-lagi kalo dipermasalahkan nanti pun jadinya bakal kayak "loop".

      Delete
  4. Jazz adalah musik yang menurut aku rumit...
    Sampai sekrang baru bisa menikmati sampai ketahap Norah Jones hahaha, Etta James berat menurutku apalagi komposer jazz di atas yang kutahu cuka Geroge Rushel
    terima kasihuntuk ilmu barunya, Mas

    ReplyDelete
  5. Mau lihat pertunjukan jazz kan jadinya, kapan kapan kapan? Mau.................

    Au kira yang dipake di orkestra itu murni musik klasik aja, mana tahu kalau ada jazznya juga

    ReplyDelete
  6. Kini saya baru memahami musik Jazz, padahal sudah pernah datang ke acara Java Jazz Festival. Musik Jazz memang punya ciri khas dan penikmatnya, setiap acara festival musik jazz selalu ramai penonton juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul bang, untungnya banyak festival jazz yang diadain, jadi ga kalah jazz sama musik lainnya.

      Delete
  7. Musik jazz memang sangat enak dinikmati. Ternyata ada beberapa 'aturan' tentang improvisasi, komposisi, dan aransemen yang berbeda dengan jenis musik yang lain. Saya baru tahu detailnya setelah baca ini.

    ReplyDelete
  8. Aku baru tahu loh bahwa musik jazz memang butuh komposisi dan improvisasi yang tinggi. Justru itu yang membuat ia jadi menarik didengar. Ibarat Tompi gitu, meski sampai sekarang aku bingung karena garis pembeda antar genre musik itu sekarang sudah kabur. Enak mih tulisannya.

    *sembarilanjutnyerupurmcflurry

    ReplyDelete
  9. Jazz itu aku suka yang di cover dari lagu yang vukan jazz menjadi jazz.

    Jazz juga ada yg tipe musik lamvat ya?
    Karena aku kurang mengerti soal jazz ini

    ReplyDelete
  10. Ternyata memainkan musik Jazz ada banyak aturannya ya. Butuh komposisi, improvisasi dan aransemen yang ciamik agar bisa sampai ke penikmatnya. Saya sendiri hanya beberapa lagu Jazz yang saya suka. Ya ... kembali lagi pada selera masing-masing, bukan? Hehehe

    ReplyDelete
  11. Jadi musisi Jazz mesti kreatif dan jago improvisasi yah, orang sering bilang kalau musik Jazz level-nya tinggi dan tidak semua kalangan bisa menikmatinya

    ReplyDelete
  12. nulis ttg jazz mmg harus paham dasarnya
    kemarin nonton bajafash di batam
    duh agak agak bingung gimana gitu
    krn ga paham istilah hehehe

    ReplyDelete
  13. Musik jazz itu bagi yang suka pasti nikmat ya mas dan untuk menghasilkan musik jazz itu harus senada antar pemain dan ritmenya harus pass nih biar hasil harmonisasi musiknya bagus

    ReplyDelete
  14. Musik kaya gampang tp memang dituntut terus berkreatifitas ya. Kaya jazz gitu, gak bisa bayangin tiap hari manggung dibeberap tempat dan akan sangat bosan jika mainny itu2 aja....

    ReplyDelete
  15. Sepertinya lagi belajar banget ttg musik jazz nih. Mau jadi guru musik jazz mas? Atau memang mau meneliti ttg jazz? Selamat berjuang

    ReplyDelete
  16. aku disuruh belajar ini kayaknya bisa pingsan, cuma bisa menikmati saja, hihihi

    ReplyDelete