Theme Layout

Boxed or Wide or Framed

Theme Translation

Display Featured Slider

yes

Featured Slider Styles

[Boxedwidth]

Display Trending Posts

yes

Display Instagram Footer

No

Dark or Light Style

Kopi dan Hidup


Koipi dan Hidup

Seluruh manusia tau apa itu kopi, seperti apa itu kopi dan gimana rasa kopi. Brader dan Sistah juga aku yakin pasti tau lah, bahkan ga sedikit yang tiap hari harus ngopi dulu baru semangad beraktivitas. Tanpa kopi hari-hari tiada artinya. ya kan ya kan. lol.

Zaman now jenis kopi ada banyak banget, dari robusta, arabica, luwak, liberika, kolombia, lintong, toraja, gayo, wamena dan lain-lain. Tinggal milih aja mau yang mana, dari harga dan rasa yang bervariasi, sesuai lidah lah.


Segi varian penyajian sekarang pun udah seabrek brader, dari espresso & long black, tubruk, latte, flat white, frappe, caffe macchiato, cafe au lait,  mocha dan lain-lain. Biasanya sih kalo perempuan paling suka latte, karena ringan. Cowok kebalikannya, biasanya kebanyakan cowok lebih suka kopi hitam, yang agak pahit atau sangat pahit.

Pagi tadi, aku dan tim kantor ikut seminar perpajakan dan keuangan perusahaan. Sebenernya lebih tepat kalo nimbrung sih, karena panitia seminar ini juga anggota tim perusahaan, jadi aku tinggal dateng nyelip masuk hahahaha. Lokasi seminarnya kami adain di meeting room Hotel Santika Bengkulu.

Kopi dan Hidup

Acara pun dimulai, materinya sangat menarik, dengan ulasan yang sangat komprehensif.  Tepat jam 10an, tiba waktu coffee break, aku pun ambil kopi dan snack, Black Coffee brader 0% sugar. ceiilee. Sambil duduk, membaca sedikit draft materi aku pun  menghirup kopi tadi.

Hirupan pertama, entah kenapa tiba-tiba seakan waktu terhenti, semua hening, ya mungkin nikmat dari secangkir kopi hitam pahit, namun yang lebih membuat aku tersentak adalah seakan di kepala melayang 5 huruf, H-I-D-U-P.

Yap, hidup. Dari kata tersebut mulailah pikiran aku melanglang buana, dari masa kecil hingga sekarang yang berumur 28 tahun, mulailah mengalir deras kenangan masa-masa kanak-kanak dahulu, kala aku masih di desa, tempat kelahiran aku hingga kelas 6 SD hingga akhirnya merantau ke kota Bengkulu.

Masa kecil yang indah, bermain, belajar, mengaji, bermain lagi hahahaha. Namanya anak kecil tentu donk banyak main, tahun 90an di desa gadget mana ada, nonton tipi aja numpang ke tetangga. Gasing, kartu gambar, berenang di sungai/kolam, istana pohon, semua itu aku suka. Sering aku dan teman-teman berenang di sungai berarus deras hingga air terjun, dari sanalah gelar perenang ulung aku dapet sewaktu SMP. lol.

Kopi dan Hidup
pict by : www.pixabay.com
Tak jarang gegara keasikan main hingga lupa waktu, disanalah omelan orang tua datang nyuruh segera pulang, suara yang sangar kadang buat jantung langsung berdetak, tak jarang pula aku membandel dan ujungnya dijewer dan ditarik pulang hahahaha.

Sakit hati dimarahi orang tua?. Tidak. Justru aku berterima kasih dengan sikap orang tua aku. Itu lah salah satu bentuk kasih sayang orang tua kepada kita brader. Akhir-akhir ini baru aku makin kepikiran, semenjak bekerja sendiri, menikah, aku makin sadar kalo kasih sayang orang tua itu buaaanyak banget bentuk nya. 

Jelas semua orang tua ingin yang terbaik untuk anak nya, mana ada orang tua yang ingin anaknya jadi penjahat, berandalan. Pasti lah orang tua ingin nya punya anak yang berbakti, baik dan patuh atau setidaknya nanti bisa mandiri dan mengepakkan sayap bebas tanpa bergantung ke orang lain lagi.

Bak kopi tadi brader, ada kopi hitam yang pahit, ada latte yang ringan, ada pula cappucino atau frappe yang manis. Hidup ada naik turun nya, susah senangnya, ketawa nangis nya. Gitu juga ajaran orang tua, ada tarik ulur, dimarahin sampe dimanja. Marah juga bentuk kasih sayang orang tua, Manja juga bentuk kasih sayang orang tua.  

Ada saatnya anak dimarahin, ada saatnya ditegur, ada pula saatnya dimanja. Dimarahin terus? salah. Dimanja/puji terus?. Salah pula. Aku sendiri yang sudah melewati fase anak-anak, menyadari kalo ga ditegur aku pasti main seharian ga pulang-pulang namanya anak-anak ya doyan main lah, ato kalo kelamaan belajar aku malah disuruh keluar main sama teman-teman, biar sehat kata emak, belajar mulu tanpa main keluar bikin kau jadi anti-sosial nanti. Pernah aku dicubit gegara malas rapiin kamar dan tempat tidur, pernah aku dibeliin PS1 sewaktu dapet ranking 1 di sekolahan, dibuatin bapak gasing gede dari kayu pete yang kokoh, dibikinin layang-layang merak gede oleh bapak juga.

Jadi, seimbang lah. semua ada porsi nya. segala sesuatu yang berlebihan jelas ujungnya kagak baik.

Brader, Kopi yang pahit ada gunanya, latte yang ringan ada pula gunanya, frappe yang manis pun ada gunanya. Terlalu banyak manis ya diabetes, obesitas, terlalu banyak pahit ya bikin ketergantungan, terjadi penurunan energi akibat efek kafein yang memudar, hingga sakit kepala.

Tinggal kita yang milih, mau yang mana, mau sampe jadi candu atau sewajarnya aja. Ya hidup adalah pilihan, mau jadi semakin cemerlang atau rusak, itu pilihan. Terima kasih kopi hitam dan hari ini, berkatmu aku jadi semakin sayang dengan orang-orang yang ada disekitar aku, aku pun kembali ingat dengan beberapa scene bersama orang tua yang bisa aku jadiin pedoman untuk mendidik anakku nanti. Emak, Bapak, terima kasih, kalian lah guru pertamaku, yang tak lelah mendidikku meski saat aku bandel sekalipun, yang benar-benar menyayangiku walau seperti apapun diriku. Salam Cinta dari Anakmu. Insya Allah, aku akan menjadi seorang bapak, suami, kakak yang lebih kompeten lagi, yang ga akan menyia-nyiakan keluarga hingga akhir hayat nanti.
QuickEdit

You Might Also Like

No comments

Post a Comment

[name=Peri Hardiansyah] [img=https://res.cloudinary.com/lifebrown/image/upload/c_scale,w_124/v1571153934/IMG_20180201_062319_bban7e.jpg] [description=Enjoy Reading. Semoga Bermanfaat.] (facebook=https://www.facebook.com/peri.hardiansyah.3557) (twitter=https://twitter.com/PeriHardian) (instagram=https://www.instagram.com/perihardiansyah/)