Kopi dan Hidup

Koipi dan Hidup
pict by : www.pixabay.com


Seluruh manusia tau apa itu kopi, seperti apa itu kopi dan gimana rasa kopi. Brader dan Sistah juga aku yakin pasti tau lah, bahkan ga sedikit yang tiap hari harus ngopi dulu baru semangad beraktivitas. Tanpa kopi hari-hari tiada artinya. ya kan ya kan. lol.

Zaman now jenis kopi ada banyak banget, dari robusta, arabica, luwak, liberika, kolombia, lintong, toraja, gayo, wamena dan lain-lain. Tinggal milih aja mau yang mana, dari harga dan rasa yang bervariasi, sesuai lidah lah.

Segi varian penyajian sekarang pun udah seabrek brader, dari espresso & long black, tubruk, latte, flat white, frappe, caffe macchiato, cafe au lait,  mocha dan lain-lain. Biasanya sih kalo perempuan paling suka latte, karena ringan. Cowok kebalikannya, biasanya kebanyakan cowok lebih suka kopi hitam, yang agak pahit atau sangat pahit.

Pagi tadi, aku dan tim kantor ikut seminar perpajakan dan keuangan perusahaan. Sebenernya lebih tepat kalo nimbrung sih, karena panitia seminar ini juga anggota tim perusahaan, jadi aku tinggal dateng nyelip masuk hahahaha. Lokasi seminarnya kami adain di meeting room Hotel Santika Bengkulu.


Kopi dan Hidup


Acara pun dimulai, materinya sangat menarik, dengan ulasan yang sangat komprehensif.  Tepat jam 10an, tiba waktu coffee break, aku pun ambil kopi dan snack, Black Coffee brader 0% sugar. ceiilee. Sambil duduk, membaca sedikit draft materi aku pun  menghirup kopi tadi.

Hirupan pertama, entah kenapa tiba-tiba seakan waktu terhenti, semua hening, ya mungkin nikmat dari secangkir kopi hitam pahit, namun yang lebih membuat aku tersentak adalah seakan di kepala melayang 5 huruf, H-I-D-U-P.

Yap, hidup. Dari kata tersebut mulailah pikiran aku melanglang buana, dari masa kecil hingga sekarang yang berumur 28 tahun, mulailah mengalir deras kenangan masa-masa kanak-kanak dahulu, kala aku masih di desa, tempat kelahiran aku hingga kelas 6 SD hingga akhirnya merantau ke kota Bengkulu.

Masa kecil yang indah, bermain, belajar, mengaji, bermain lagi hahahaha. Namanya anak kecil tentu donk banyak main, tahun 90an di desa gadget mana ada, nonton tipi aja numpang ke tetangga. Gasing, kartu gambar, berenang di sungai/kolam, istana pohon, semua itu aku suka. Sering aku dan teman-teman berenang di sungai berarus deras hingga air terjun, dari sanalah gelar perenang ulung aku dapet sewaktu SMP. lol.

Kopi dan Hidup
pict by : www.pixabay.com

Tak jarang gegara keasikan main hingga lupa waktu, disanalah omelan orang tua datang nyuruh segera pulang, suara yang sangar kadang buat jantung langsung berdetak, tak jarang pula aku membandel dan ujungnya dijewer dan ditarik pulang hahahaha.

Sakit hati dimarahi orang tua?. Tidak. Justru aku berterima kasih dengan sikap orang tua aku. Itu lah salah satu bentuk kasih sayang orang tua kepada kita brader. Akhir-akhir ini baru aku makin kepikiran, semenjak bekerja sendiri, menikah, aku makin sadar kalo kasih sayang orang tua itu buaaanyak banget bentuk nya. 

Jelas semua orang tua ingin yang terbaik untuk anak nya, mana ada orang tua yang ingin anaknya jadi penjahat, berandalan. Pasti lah orang tua ingin nya punya anak yang berbakti, baik dan patuh atau setidaknya nanti bisa mandiri dan mengepakkan sayap bebas tanpa bergantung ke orang lain lagi.

Bak kopi tadi brader, ada kopi hitam yang pahit, ada latte yang ringan, ada pula cappucino atau frappe yang manis. Hidup ada naik turun nya, susah senangnya, ketawa nangis nya. Gitu juga ajaran orang tua, ada tarik ulur, dimarahin sampe dimanja. Marah juga bentuk kasih sayang orang tua, Manja juga bentuk kasih sayang orang tua.  

Ada saatnya anak dimarahin, ada saatnya ditegur, ada pula saatnya dimanja. Dimarahin terus? salah. Dimanja/puji terus?. Salah pula. Aku sendiri yang sudah melewati fase anak-anak, menyadari kalo ga ditegur aku pasti main seharian ga pulang-pulang namanya anak-anak ya doyan main lah, ato kalo kelamaan belajar aku malah disuruh keluar main sama teman-teman, biar sehat kata emak, belajar mulu tanpa main keluar bikin kau jadi anti-sosial nanti. Pernah aku dicubit gegara malas rapiin kamar dan tempat tidur, pernah aku dibeliin PS1 sewaktu dapet ranking 1 di sekolahan, dibuatin bapak gasing gede dari kayu pete yang kokoh, dibikinin layang-layang merak gede oleh bapak juga.

Jadi, seimbang lah. semua ada porsi nya. segala sesuatu yang berlebihan jelas ujungnya kagak baik.

Brader, Kopi yang pahit ada gunanya, latte yang ringan ada pula gunanya, frappe yang manis pun ada gunanya. Terlalu banyak manis ya diabetes, obesitas, terlalu banyak pahit ya bikin ketergantungan, terjadi penurunan energi akibat efek kafein yang memudar, hingga sakit kepala.

Tinggal kita yang milih, mau yang mana, mau sampe jadi candu atau sewajarnya aja. Ya hidup adalah pilihan, mau jadi semakin cemerlang atau rusak, itu pilihan. Terima kasih kopi hitam dan hari ini, berkatmu aku jadi semakin sayang dengan orang-orang yang ada disekitar aku, aku pun kembali ingat dengan beberapa scene bersama orang tua yang bisa aku jadiin pedoman untuk mendidik anakku nanti. Emak, Bapak, terima kasih, kalian lah guru pertamaku, yang tak lelah mendidikku meski saat aku bandel sekalipun, yang benar-benar menyayangiku walau seperti apapun diriku. Salam Cinta dari Anakmu. Insya Allah, aku akan menjadi seorang bapak, suami, kakak yang lebih kompeten lagi, yang ga akan menyia-nyiakan keluarga hingga akhir hayat nanti.






  








26 comments

  1. Aku enggak suka kopii tapi kopi memang selalu menyenangkan untuk dikisahkann..
    Udah coba kopi flores Mas?
    Salah satu kopi terbaik Indonesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. hmm,, blom bak,, boleh tuh diicip-icip.. coba tak browsing ah...

      Delete
  2. Gak suka kopi, tapi suka aromanya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wkwkwkkw caranya coba varian lain bro, ibarat jodoh, kali aja ada yang cocok...

      Delete
  3. saya dulu suka kopi meski yg mix...sejak kena maag dan aslam ga lagi konsumsi.
    tp menghirup aromanya sy masih suka..krn suami mmg tiap hari ngopi di rumah

    ReplyDelete
  4. Ahh.. Filosofi kopi. Dirumah kami jarang minum kopi, krna bapak juga tidak terlalu suka kopi, kopi hanya sebagai persediaan saat ada tamu, atau saat bapak ingin minum kopi. Tapi kopi memang salah satu kekayaan alam yang harus dilestarikan, bisa jadi penyumbang devisa juga buat negera.

    ReplyDelete
  5. Replies
    1. aman itu bang,, cari spot nya dulu wkwkwkw

      Delete
  6. Sesama generasi 90an (tapi lebih tuaan 7thn) merasakan hal itu juga. Dijewer dicubit plus dimarahi udah biasa kalau salah. Tapi kalau sama anak paling cuma marah aja, mau nyubit ga tega. :)

    Tentang kopi, dulu pernah kecanduan tapi berhasil lepas dari kopi dan sampai sekarang minum kopi kalau lagi pengen aja.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha ngerti koq mbak, kalo di posisi kebanyakan namanya "dilema" :O

      Delete
  7. Aamiin, semoga cita-citanya tercapai, semoga semoga semoga, semoga

    BTW aku suka paragraf terakhir hehheheheeeeeee

    ReplyDelete
  8. aku suka kopi tapi yang sudah dicampur sama lainnya, hehe. Tentang masa kecil memang menyenangkan ya

    ReplyDelete
  9. Aku biasa aja sama kopi. Tapi sejak dr Lasem dan minum kopi di sana, ya enggak buruk juga. Setuju bahwa kita harus mengatur sesuatu agar seimbang, kaya pait kita juga butuh

    ReplyDelete
  10. Tema kita ternyata sama ya?
    Sudut pandangnya yang berbeda. Jadi saling melengkapi. Hehehe

    Iya. Kami para ibu tahu, bahwa adakalanya kami harus tegas pada anak. Mana yang terbaik dan paling dibutuhkan mereka.

    Asyik ya... Seteguk kopi bisa bawa melayang sejauh itu.
    Aku kadang juga mengalami.
    Bau kopi dan srutupan pertama kopi memang LUAR BIASA

    ReplyDelete
  11. Aku nggak terlalu suka kopi. Dan aku bingung dengan jenis2 kopi. Banyak sekali ternyata. Tapi aku tahu rasanya bagaimana kecanduan kopi. Pasti hari yang dimulai tanpa kopi akan sendu.

    ReplyDelete
  12. wah, jadi filosofi kopi, dulu saya nggak suka kopi, lalu saya dikenalkan tentang enaknya kopi sungguhan oleh sahabat saya, dan sekarang saya sudah bisa menikmati kopi tanpa gula

    ReplyDelete
  13. hidup itu kadang dibawah dan kadang diatas namun, kopi yang paling nikmat tetap kopi yang pahit karena, sama seperti kehidupan sehari hari yang selalu pahit

    ReplyDelete
  14. Dir8ku setiap pagi siang sore minum kopi. Alhasil asam urat juga ikutan naek. Sebagai p3cinta kopi dengan segala jenis dan ragamnya ada banyak cerita yang selalu berhubungan manis dengan kehidupan sehari hari. Mantep banget lho. Jangan ada gula diantara kita hahaha

    ReplyDelete
  15. Pernah saking semangatnya minum kopi hitam sampai 2 gelas saat seminar.
    Harapaaan...
    Malemnya terjaga tanpa lelah.

    Heuu~~

    ReplyDelete
  16. aku bukan pencinta kopi tapi hobby bikinin kopi buat suami.. emang ya paling pas itu mencocokan filosofi hidup itu dikiaskan dengan kopi hehe

    ReplyDelete
  17. mantap kopi , eh kopi keren blognya sobat , mampir and follow ya http://sisurat.blogspot.co.id/ , salam blogger

    ReplyDelete
  18. Kopi emang nikmat dan bikin hepi. Saya juga pernah menulis soal kopi dan hidup - filosofi secangkir cappucinno di blog. Memang yang namanya berlebihan itu gak bagus. Harus bener2 bisa diatur sedemikian rupa biar bisa balance.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bang..?? wah, ntar cek lagi blog nya ah, hahahaha
      iyap, balance itu penting... kopi juga lebih penting wkwkwkwk

      Delete