Belajar Jazz : Elemen - Elemen Jazz

pict by : www.pixabay.com

INSTRUMEN

Kaga ada instrumen musik yang asing bagi jazz. Tampaknya setiap instrumen telah digunain oleh musisi jazz, termasuk semua instrumen ensembel klasik Eropa.

Beberapa instrumen pernah digemari, tapi lalu menjadi ketinggalan zaman, salah satunya banjo, yang digantikan oleh gitar di tahun 1930an, ketika musisi memerlukan bentuk ritme akord yang lebih lembut dan tenang. Beberapa instrumen lainnya tampaknya menghilang untuk muncul kembali di kemudian hari dengan peran berbeda. Hal tersebut terjadi pada tuba, yang awalnya adalah instrumen rhytm dan kemudian digantiin sama bas pada akhir 1920an, tetapi muncul lagi di tahun 1940an dan 1970an sebagai instrumen melodik. Instrumen lainnya, seperti klarinet, pernah menjadi instrumen yang puaaling populer, namun berangsur menghilang, dan kaga pernah kembali lagi sepenuhnya.


"Big Band" pict by : www.pixabay.com

Instrumen-instrumen yang paling populer masih saksofon, terompet, trombon, bas, drum, piano, dan gitar, instrumen-instrumen yang pola makenya sudah ditetapkan sejak awal mula jazz brader. Semua itu udah digunain dalam konfigurasi big band, dimana setiap alat tiup membentuk bagian yang berbeda (kayak dalam marching band itu lho); dan bahkan dalam band kecil, dimana setiap alat tiup berperan sebagai bagian-mininya sendiri. Piano, drum, bas, gitar sebenarnya berperan sebagai rhytm section. (Trio piano dengan bas dan drum, atau dalam trio organ, menampilkan rhytm section yang ditarik dari formasi band yang lebih besar). Banyak instrumen elektrik dan instrumen yang menggunakan amplifikasi elektrik dipelopori dan diperkenalkan oleh para musisi jazz, namun sebagian besar instrumen jazz tetap akustik donk, dan bahkan nih ye ketika instrumen elektronik dimainin, volumenya dipertahankan pada level akustik brader.


pict by : www.pixabay.com


HARMONI DAN MELODI

Penjelasan yang paling mudah mengenai melodi, nada, atau lagu adalah bahwa kagak ada yang unik dari elemen musik ini, karena jazz dengan bebas menggunakan apa pun sebagai melodi. Jadi lagu pop, lagu anak-anak, folk song, karya klasik, dan musik di luar dunia Barat; hampir semuanya bisa berfungsi sebagai sarana permainan jazz. Karena itu, sejumlah besar struktur harmonik digunain dalam jazz, karena setiap nada yang dipake dalam melodi bisa mengimplikasikan akord atau beberapa akord yang berbeda: sekumpulan nada yang mengikuti pergerakan melodi dan yang membentuk konfigurasi dalam kaitannya dengan kunci atau tangga nada.


pict by : ww.pixabay.com

RITME (RHYTM)

Sejarah rhytm section dalam sejarah jazz lahir dari peleburan konsepsi kelompok-kelompok intsrumen ritmis yang berbeda, terutama dari Afrika dan Eropa. Upaya memilah-milah pengaruh historis ini kaga melulu mudah. Pada tahun 1920an, misalnya, orkes simfoni Eropa bahkan menampilkan pengaruh perkusi Afrika dan Afro-Latin ketika memainkan komposisi Stravinsky dan Shostakovich. Jelas bahwa dalam konteks jazz, bas ga cuma berfungsi sebagai instrumen untuk memainkan not-not akord (chordal) sesuai konsepsi orang Eropa, tetapi sekaligus mendobrak tradisi tersebut : bas juga menjadi instrumen perkusif. Para pemain awal bas seperti Pop Foster terdengar mengetuk-ngetuk dawai-dawai instrumen mereka dalam banyak rekaman, dan meskipun permainan perkusif seperti gitu mulai ketinggalan zaman di tahun 1920an, permainan tersebut muncul lagi dalam musik funk di tahun 1970an dan dimainkan dengan bas elektrik.

Kasus lainnya adalah perkembangan perangkat drum, kumpulan berbagai instrumen perkusif yang dimainkan oleh satu drumer. Katanya sih oenemuan orang Amerika, tapi kaga begitu jelas kapan mulai berkembangnya, tetapi diperkirakan kira-kira masih dalam lingkup abad 20. Begitu instrumen-instrumen utamanya disusun, bass drum, snare, tomotom, dan simbal, instrumen perkusi yang lebih kuno ditambahkan pada perangkat tersebut, bersama dengan penemuan-penemuan baru yang muncul dengan cepat untuk mengakomodasi kepiawaian seorang drumer: pedal kaki, bermacam-macam simbal, stik brush (awalnya pemukul lalat portabel), mallet dan sebagainya. Set drum ini mengilustrasikan matrix musikal: simbal dan triangle dari Turki, tom-tom dari China, snare drum dari Eropa, cowbell dan woodblock dari Afrika.

Tapi yang lebih penting dari sumber-sumber instrumen ini ialah bagaimana instrumen-instrumen itu digunain dalam pertunjukan. Sisi ke-Afrika-an semua instrumen itu sangat penting: beragam drum dalam set drum yang digunain buat nada yang berbeda (melalui penyeteman atau dengan make tangan, kaki, atau siku buat ngontrol pitch), yang merefleksikan asal usulnya, yaitu budaya Afrika dimana pitch memiliki makna tertentu dalam bahasa, dan drum yang disetem digunakan untuk mengirim pesan ato "berbicara" ke penari; tangan dan kaki drumer maisng-masing harus independen (tangan bahkan memiliki gender yang berbeda, seperti pada umunya di Afrika Barat, pukulan tangan kanan yang disebut "Ma-Ma", dan pukulan tangan kiri disebut "Pa-Pa"). Variasi tonal dan artikulasi independen ini memungkinkan seseorang untuk dapat bermain secara polimetris, yaitu memainkan lebih dari satu ritme sekaligus menggantikan drum corp  yang terdiri atas tiga atau empat drumer yang sudah umum di sebagian wilayah Afrika tengah dan Barat.


pict by : www.pixabay.com

Walaupun terkadang polimeter sulit buat didengar pada rekaman jazz masa awal, para drumer sering memainkan beat "Charleston" pada simbal atau snare dengan dua beat pada bass drum, sehingga menciptakan ritme aditif, satu variasi pola drum yang umum terdapat di Afrika Tengah dan Barat. Drumer-drumer awal memainkan beat ini pada rim metal snare drum mereka, yang belakangan ini dimainin pada saat stand metal, kemudian pada simbal ride. Kini simbal besar tersebut digunain buat memainkan pola time keeping.

Beberapa perbedaan dan sejumlah terminologi mengenai ritme mungkin bermanfaat. Tempo ialah kecepatan gerak musik. Beat ialah denyut yang terdengar atau terasa dari musik. Matra (meter) adalah pengelompokan beat berdasarkan polanya yang berulang. Birama atau sukat (bar atau measure) ialah pengelompokan beat, yang juga menginformasikan tentang matra musik tertentu. Beat dalam suatu rangkaian dibedain sama keras-pelan beat tersebut atau kualitas tonal yang berbeda dari yang lain, dan perbedaan-perbedaan ini terdengar sebagai aksen.


"Miles Davis" pict by : www.therake.com

Beat tertentu bisa "kuat" dan yang lainnya lemah", tergantung dimana aksennya ditaruh. Di sebagian besar musik Barat, downbeat (beat pertama setiap birama) seringkali yang paling kuat, beat ketiga (third beat) yang terkuat kedua, dan beat kedua serta keempat yang terlemah. Terutama di masa awal jazz, beat pertama dan ketiga diberi penekanan (khususnya oleh bas), sementara beat kedua serta keempat sering dibiarkan tanpa suara sehingga menghasilkan feel "boom-chick". Bentuk organisasi ritmis ini dikenali sebagai two-beat, atau bermain di dua beat. jika beat kedua dan keempat lebih diberi penekanan, beat ini sering disebut sebagai backbeat. Menjelang era swing, keempat beat tersebut diberi penekanan yang setara dalam ritme yang dikenal sebagai four-beat., bermain di empat beat. Tetapi di antara kedua aksentuasi ritmis itu kaga ada yang benar-benar eksklusif buat satu periode aja. Four-beat bisa didengar dalam jazz periode awal, dan seringkali two-beat dan  four-beat muncul di satu karya yang sama (musik Jelly Roll Morton sering berisi kedua ritme tersebut). Sepanjang era swing, two-beat juga sesekali digunain brader, beberapa band kayak band Jimmy Lunceford, terkenal gegara penggunaan two-beat yang elegan. Bahkan di era bebop dan post-bebop, two-beat tetep bertahan, namun digabungin dengan four-beat, terutama dalam lagu-lagu balada (Miles Davis menggunakan two-beat dan four-beat untuk sebagian besar baladanya sepanjang tahun 1950an sampe 1960an).   
       

30 comments

  1. Mas Peri pemain musik jazz ya? Aku suka lagu jazz tapi ga ngerti tentang instrumennya. Penjelasan seluk beluk jazz di postingan ini komprehensif sekali, aku suka.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belum masuk kategori pemain sih mbak, masih belajar, kalo klaim udah mahir belum berani, selama ini saya masih di J-Rock sebetulnya,, hehehe

      Delete
  2. ternyata begini toh intrument jazz, jadi tau dikit-dikit cara main jazz ini

    ReplyDelete
  3. Ini bahasannya jazz yang bener-bener jazz yah. Saya mentok cuma bisa nikmatin jazz sampe lagu-lagu incognito aja, lebih dari itu saya nyerah :))
    Tulisan mas Peri mengingatkan akan pelajaran KTK zaman dulu yang saya dapet 7 aja udah bersyukur bangettt (anaknya jelek banget soal seni)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ho oh, saya juga waktu nulis ini sebenernya langsung inget sama gutu KTK saya di SMA dulu,, hahahahaha

      Delete
  4. Yang aku tahu dari seputaran musik jazz adalah bahwa ini adalah genre musik yg sempat mengalami kejayaan di era 50-60an.. Penyanyi yg paling aku kenal lagu2nya tu Nat king Cole sama Frank Sinatra, lagunya enak.enak euy apalagi kalau diseteljelang waktu tidur ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul bang, memang dengan ersaingan bisnis dan rekaman buat jazz makin menepi dan menepi, tapi setidaknya mereka masih tegak berdiri dengan bentuk yang lebih dinamis lagi.

      Delete
  5. Hihi......lain..penggemar jazz :D

    So far aku pahmmnya hanya jazz itu ketche juga beb, just it :D

    ReplyDelete
  6. Melirik sejarahnya, alat musik tersebut memang banyak yg sudah hilang. Akan tetapi masa milenial ini juga arah perubahan alat musikpun alat jelas terlihat. Sekarang sudah ada serba elektrik, mulai dari DRUM elektrik dan alat musik lainnya. Hal ini suatu saat juga akan menggantikan alat musik hari ini yang manual ke bentuk elektrik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyapp,, ada yang hilang, bertransformasi, atau bahkan bisa dibilang punah bang,, ckckckck

      Delete
  7. Aku bukan penikmat jazz, dan sebenarnya tidak terlalu memperhatikan musik juga. Hmm, tapi aku baru tahu kalau ternyata ada beberapa alat musik yang penggunaannya digantikan dengan alat musik lain.

    ReplyDelete
  8. Bahasannya berat bagi orang yg sama sekali tidak mengerti musik seperti aku, tapi jadinya malah edukatif dan membuka sedikit wawasanku tentang jazz. Bahasa nya cukup ringan untuk aku pahami.. Aku hanya penikmat musik jazz, sekarang jadi ngerti dikit2 hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bagus, jadi besok-besok mbak udah masuk ke tahap mengerti teori jazz pula,, hehehe

      Delete
  9. Soal musik aku apa aja oke, asal enak di kuping. Kalau jazz, paling dengerin penyanyi Indonesia, itu juga suka2 aja gak tiap saat. Buta nada, instrumen, jadi ya nikmati aja

    ReplyDelete
  10. Jadi pengin dengerin jazz lagi gara2 baca ini. Yah meskipun tetep via streaming nyahahaha kalau pertunjukanya mah mahal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kita yang murah meriah aja mbak, streaming atau download udah mewah mah,, yang p[enting batin puas, hehehe

      Delete
  11. Masnya pemain musik ya? Aku suka jazz, tapi dikasih bahasa-bahasa teknis dalam musik gini kok ya bingung sendiri :-)

    Btw, keganggu sama penggunaan kata 'digunain'. deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. DUlu bang, sekarang banting setir ke blog sama kerjaan utama,, heheheh..
      siappp.. diterima dan ditelaah kritiknya.. coba nanti saya ganti deh...

      Delete
  12. Jazz complicated yah. musiknya harus banyak dipelajari. Tidak segampang penyebutannta yang terdiri dari 4 huruf. Mendengarkan musiknya aja butuh mikir apalagi memainkannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaapp,,, makanya yang benar-benar pemain jazz itu dikit bang,

      Delete
  13. Keren tulisannya... Paham banget ttg jazz
    Nampak ada basic ilmunya.

    Btw tgl 15 ini ada Bajafash di batam
    Ikut datang ga mas ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rencana ada mbak, tapi lihat jadwal dulu, kerja masih numpuk hehehe

      Delete
  14. Love to read this. As a loyal consumer of jazz music, selalu mikir kalo main jazz itu susah karena sangat butuh teori, skill, dan feeling improvisasi yang tinggi on stage. I don't know much about the theoretical thingy, tapi entah kenapa selalu menikmati jazz. Saya suka skali Miles Davis, Chet Baker, Ella Fitzgerald, sampe Joey Alexander! (pokoknya musisi jazz yang bener2 "jazz" bukan yang ala-ala hehehe)
    Thank you udah bantu mengedukasi orang Indonesia soal musik jazz mas

    ReplyDelete
  15. Waaa, aku belajar banyak soal jazz nih dari tulisan ini. Biasanya cuma dengerin lagu jazz-jazz aja. Haha. Keren mas.

    ReplyDelete