BLANTERVIO103

Belajar Jazz : Elemen - Elemen Jazz

Belajar Jazz : Elemen - Elemen Jazz
Tuesday, March 13, 2018
Musisi Jazz
pict by : www.pixabay.com

INSTRUMEN

Kaga ada instrumen musik yang asing bagi jazz. Tampaknya setiap instrumen telah digunain oleh musisi jazz, termasuk semua instrumen ensembel klasik Eropa.

Beberapa instrumen pernah digemari, tapi lalu menjadi ketinggalan zaman, salah satunya banjo, yang digantikan oleh gitar di tahun 1930an, ketika musisi memerlukan bentuk ritme akord yang lebih lembut dan tenang. Beberapa instrumen lainnya tampaknya menghilang untuk muncul kembali di kemudian hari dengan peran berbeda. Hal tersebut terjadi pada tuba, yang awalnya adalah instrumen rhytm dan kemudian digantiin sama bas pada akhir 1920an, tetapi muncul lagi di tahun 1940an dan 1970an sebagai instrumen melodik. Instrumen lainnya, seperti klarinet, pernah menjadi instrumen yang puaaling populer, namun berangsur menghilang, dan kaga pernah kembali lagi sepenuhnya.

Big Band Jazz
"Big Band" pict by : www.pixabay.com
Instrumen-instrumen yang paling populer masih saksofon, terompet, trombon, bas, drum, piano, dan gitar, instrumen-instrumen yang pola makenya sudah ditetapkan sejak awal mula jazz brader. Semua itu udah digunain dalam konfigurasi big band, dimana setiap alat tiup membentuk bagian yang berbeda (kayak dalam marching band itu lho); dan bahkan dalam band kecil, dimana setiap alat tiup berperan sebagai bagian-mininya sendiri. Piano, drum, bas, gitar sebenarnya berperan sebagai rhytm section. (Trio piano dengan bas dan drum, atau dalam trio organ, menampilkan rhytm section yang ditarik dari formasi band yang lebih besar). Banyak instrumen elektrik dan instrumen yang menggunakan amplifikasi elektrik dipelopori dan diperkenalkan oleh para musisi jazz, namun sebagian besar instrumen jazz tetap akustik donk, dan bahkan nih ye ketika instrumen elektronik dimainin, volumenya dipertahankan pada level akustik brader.

Piano dan Notasi
pict by : www.pixabay.com

HARMONI DAN MELODI

Penjelasan yang paling mudah mengenai melodi, nada, atau lagu adalah bahwa kagak ada yang unik dari elemen musik ini, karena jazz dengan bebas menggunakan apa pun sebagai melodi. Jadi lagu pop, lagu anak-anak, folk song, karya klasik, dan musik di luar dunia Barat; hampir semuanya bisa berfungsi sebagai sarana permainan jazz. Karena itu, sejumlah besar struktur harmonik digunain dalam jazz, karena setiap nada yang dipake dalam melodi bisa mengimplikasikan akord atau beberapa akord yang berbeda: sekumpulan nada yang mengikuti pergerakan melodi dan yang membentuk konfigurasi dalam kaitannya dengan kunci atau tangga nada.

Piringan Musik Kuno
pict by : ww.pixabay.com

RITME (RHYTM)

Sejarah rhytm section dalam sejarah jazz lahir dari peleburan konsepsi kelompok-kelompok intsrumen ritmis yang berbeda, terutama dari Afrika dan Eropa. Upaya memilah-milah pengaruh historis ini kaga melulu mudah. Pada tahun 1920an, misalnya, orkes simfoni Eropa bahkan menampilkan pengaruh perkusi Afrika dan Afro-Latin ketika memainkan komposisi Stravinsky dan Shostakovich. Jelas bahwa dalam konteks jazz, bas ga cuma berfungsi sebagai instrumen untuk memainkan not-not akord (chordal) sesuai konsepsi orang Eropa, tetapi sekaligus mendobrak tradisi tersebut : bas juga menjadi instrumen perkusif. Para pemain awal bas seperti Pop Foster terdengar mengetuk-ngetuk dawai-dawai instrumen mereka dalam banyak rekaman, dan meskipun permainan perkusif seperti gitu mulai ketinggalan zaman di tahun 1920an, permainan tersebut muncul lagi dalam musik funk di tahun 1970an dan dimainkan dengan bas elektrik.

Kasus lainnya adalah perkembangan perangkat drum, kumpulan berbagai instrumen perkusif yang dimainkan oleh satu drumer. Katanya sih oenemuan orang Amerika, tapi kaga begitu jelas kapan mulai berkembangnya, tetapi diperkirakan kira-kira masih dalam lingkup abad 20. Begitu instrumen-instrumen utamanya disusun, bass drum, snare, tomotom, dan simbal, instrumen perkusi yang lebih kuno ditambahkan pada perangkat tersebut, bersama dengan penemuan-penemuan baru yang muncul dengan cepat untuk mengakomodasi kepiawaian seorang drumer: pedal kaki, bermacam-macam simbal, stik brush (awalnya pemukul lalat portabel), mallet dan sebagainya. Set drum ini mengilustrasikan matrix musikal: simbal dan triangle dari Turki, tom-tom dari China, snare drum dari Eropa, cowbell dan woodblock dari Afrika.

Tapi yang lebih penting dari sumber-sumber instrumen ini ialah bagaimana instrumen-instrumen itu digunain dalam pertunjukan. Sisi ke-Afrika-an semua instrumen itu sangat penting: beragam drum dalam set drum yang digunain buat nada yang berbeda (melalui penyeteman atau dengan make tangan, kaki, atau siku buat ngontrol pitch), yang merefleksikan asal usulnya, yaitu budaya Afrika dimana pitch memiliki makna tertentu dalam bahasa, dan drum yang disetem digunakan untuk mengirim pesan ato "berbicara" ke penari; tangan dan kaki drumer maisng-masing harus independen (tangan bahkan memiliki gender yang berbeda, seperti pada umunya di Afrika Barat, pukulan tangan kanan yang disebut "Ma-Ma", dan pukulan tangan kiri disebut "Pa-Pa"). Variasi tonal dan artikulasi independen ini memungkinkan seseorang untuk dapat bermain secara polimetris, yaitu memainkan lebih dari satu ritme sekaligus menggantikan drum corp  yang terdiri atas tiga atau empat drumer yang sudah umum di sebagian wilayah Afrika tengah dan Barat.

Drum
pict by : www.pixabay.com
Walaupun terkadang polimeter sulit buat didengar pada rekaman jazz masa awal, para drumer sering memainkan beat "Charleston" pada simbal atau snare dengan dua beat pada bass drum, sehingga menciptakan ritme aditif, satu variasi pola drum yang umum terdapat di Afrika Tengah dan Barat. Drumer-drumer awal memainkan beat ini pada rim metal snare drum mereka, yang belakangan ini dimainin pada saat stand metal, kemudian pada simbal ride. Kini simbal besar tersebut digunain buat memainkan pola time keeping.

Beberapa perbedaan dan sejumlah terminologi mengenai ritme mungkin bermanfaat. Tempo ialah kecepatan gerak musik. Beat ialah denyut yang terdengar atau terasa dari musik. Matra (meter) adalah pengelompokan beat berdasarkan polanya yang berulang. Birama atau sukat (bar atau measure) ialah pengelompokan beat, yang juga menginformasikan tentang matra musik tertentu. Beat dalam suatu rangkaian dibedain sama keras-pelan beat tersebut atau kualitas tonal yang berbeda dari yang lain, dan perbedaan-perbedaan ini terdengar sebagai aksen.

Musisi Jazz
"Miles Davis" pict by : www.therake.com
Beat tertentu bisa "kuat" dan yang lainnya lemah", tergantung dimana aksennya ditaruh. Di sebagian besar musik Barat, downbeat (beat pertama setiap birama) seringkali yang paling kuat, beat ketiga (third beat) yang terkuat kedua, dan beat kedua serta keempat yang terlemah. Terutama di masa awal jazz, beat pertama dan ketiga diberi penekanan (khususnya oleh bas), sementara beat kedua serta keempat sering dibiarkan tanpa suara sehingga menghasilkan feel "boom-chick". Bentuk organisasi ritmis ini dikenali sebagai two-beat, atau bermain di dua beat. jika beat kedua dan keempat lebih diberi penekanan, beat ini sering disebut sebagai backbeat. Menjelang era swing, keempat beat tersebut diberi penekanan yang setara dalam ritme yang dikenal sebagai four-beat., bermain di empat beat. Tetapi di antara kedua aksentuasi ritmis itu kaga ada yang benar-benar eksklusif buat satu periode aja. Four-beat bisa didengar dalam jazz periode awal, dan seringkali two-beat dan  four-beat muncul di satu karya yang sama (musik Jelly Roll Morton sering berisi kedua ritme tersebut). Sepanjang era swing, two-beat juga sesekali digunain brader, beberapa band kayak band Jimmy Lunceford, terkenal gegara penggunaan two-beat yang elegan. Bahkan di era bebop dan post-bebop, two-beat tetep bertahan, namun digabungin dengan four-beat, terutama dalam lagu-lagu balada (Miles Davis menggunakan two-beat dan four-beat untuk sebagian besar baladanya sepanjang tahun 1950an sampe 1960an).


Baca Juga:

SEBELUM MEMBELI GITAR LISTRIK, PERHATIKAN HAL-HAL INI

Belajar Jazz : Definisi Jazz Part I

Belajar Jazz : Definisi Jazz Part II       
Share This Article :
Peri Hardiansyah

Seorang blogger dan urban farmer, juga sebagai buzzer dan influencer.

TAMBAHKAN KOMENTAR

7472166934831473300