Belajar Jazz : Nyanyian Jazz

Belajar Jazz : Nyanyian Jazz
pict by : www.pixabay.com
Sebenarnya gak ada alasan untuk kagak menganggap vokal sebagai bagian yang penting dari jazz. seperti yang dibilang sama Robert O'Meally dalam catatan pada koleksi CD Smithsonian, The Jazz Singers, bahwa banyak akar musik jazz yang terdapat pada musik vokal: lagu kerja (work song), blues, lagu spiritual, lagu permainan, segala jenis musik daerah Amerika, tetapi juga memiliki hubungan dengan bahasa tonal Afrika, yang memungkinkan instrumen berperan sebagai pengganti suarara manusia ketika ada keinginan untuk berkomunikasi menggunakan sarana lain.

Musisi di seluruh penjuru dunia juga saling menyampaikan musik dengan menyanyikan bagian-bagian dari lagu, baik itu melodi, line bas, maupun irama drum. Banyak musisi, terutama pianis kayak Errol Garner, Bud Powell, Myra Melford, dan Keith Jarret melakukan sub-vokal pada saat bermain, terkadang untuk menyenangkan dan mengalihkan perhatian para penonton.

Belajar Jazz : Nyanyian Jazz
pict by : www.huffingtonpost.com

Gitaris kayak George Benson dan basis kayak Slam Stewart bernyanyi seiring instrumen mereka lalu menggandakan line melodi dengan suara mereka, dan para pemain alat tiup memberi variasi pada sound mereka menggunakan mute. Musisi lain, kayak pemain flute Rahsan Roland Kirk dan pemain trombon Albert Manglesdorff bergumam dalam harmoni seiting line melodi mereka. Lebih jauh lagi, beberapa musisi jazz menyampaikan solo mereka dalam bentuk narasi atau "bercerita", dan beberapa musisi mengatakan bahwa mereka mendengar kata-kata di dalam kepala ketika berimprovisasi.

Musisi jazz mencaari sound mereka sendiri, kualitas yang khas, karakter yang dapat dikenali, suara, yang artinya keseluruhannya kurang lebih sama. Oleh karena itu tak mengherankan apabila musisi jazz dapat bernyanyi, dan justru mengejutkan apabila ada musisi jazz yang kaga bisa bernyanyi brader. Louis Armstrong memiliki pengaruh yang sama hebatnya, baik sebagai seorang penyanyi maupun sebagai seorang instrumentalis, walau peran keduanya hampir serupa. Kenyataan bahwa beberapa penyanyi juga pianis handal masih dapat dimengerti karena mereka sering mengiringi diri sendiri, contohnya kayak Nat Cole, Sarah Vaughan, Carmen McRae, Mose Allison, dan Dinah Washington. Ada pula instrumentalis lain yang mampu bernyanyi, kayak Woody Herman, Benny Goodman, Ray Mckinley, serta Jack Teagarden, bahkan nyanyian mereka sering menandingi ketenaran permainan mereka sendiri.

Persoalan pertama yang dihadapi para penyanyi dalam menyanyikan jazz adalah lirik lagu-lagu populer. Jika penyanyi membawakan lagu tersebut dan mengikuti kata-kata aslinya, mereka akan dibatasi dalam apa yang sebenarnya bisa mereka lakukan terhadap melodi dan iramanya. Apabila mereka bersikap ekstrem dan mengabaikan syair yang ada dengan melakukan scat (menggunakan suku kata yang kagak punya arti, bersamaan dengan nada dan nilai ritmik yang mereka pilih) atau vocalese (memberi kata-kata pada variasi instrumental jazz yang ada dalam sebuah lagu), mereka akan kehilangan ciri khas dan drama dari lagu aslinya. Juga apabila mereka malah menyanyikan lagu tanpa kata-kata atau berimprovisasi tanpa menggunakan kata-kata, maka mereka masuk ke dalam daerah yang didominasi oleh para instrumentalis. Ini adalah ketegangan yang gak pernah hilang bahkan dari penampilan seorang penyanyi terbaik pun, dan sangat membutuhklan kompromi.

Belajar Jazz : Nyanyian Jazz
pict by : www.abc7chicago.com

Para penyanyi yang memilih mempertahankan kata-kata asli dari suatu lagu bekerja lebih keras pada area nuansa, di mana variasi kecil adalah segalanya. Frank Sinatra (terfavorit dari semua penyanyi jazz jaman old) menyanyi dengan sangat memerhatikan kejernihan dan ketepatan pengucapan, serta merasa bebas untuk mengubah rhytm melodi dengan cara menambah atau mengurangi kata-kata. Ketika pertama kali muncul pada tahun 1940an, ia ikut dalam beberapa kelompok penyanyi tenor yang bersuara ringan, tanpa warna, dan ia menggunakan suar baritonnya yang kaya untuk lebih banyak memasukkan tradisi ritmik, bahkan, melebihi King Crosby. (Crosby adalah salah satu penyanyi kulit putih pertama yang menampilkan kedalaman pengaruh Afro-Amerika, awalnya dengan cara yang kurang netral dan terbatas, namun kemudian dengan cara menjaga rasa blue note, sinkopasi tertentu, dan pemilihan pengucapan).

Belajar Jazz : Nyanyian Jazz
pict by : www.genius.com

Sementara itu Billy Eckstine lebih tertahan pada kata-kata dibandingkan dengan Sinatra, tapi ia lebih banyak menggunakan variasi pitch dan vibrato. Keduanya dicintai penggemar dan musisi jazz karena kemapuan mereka dalam berceritra melalui phrasing, pengaturan napas, dan artikulasi (bukan hal yang aneh bila ada pendengar yang menangis ketika Billy Eckstine menyanyikan "Shopisticated Lady"). Mereka adalah penyanyi yang jelas melampaui tradisi lagu pop.

Sebagian kecil penyanyi membentuk tradisi mereka sendiri yang lebih dekat pada jazz daripada pop. Di antaranya adalah Sarah Vaughan yang apabila menggunakan jangkauan nada dan vibratonya secara ekstrem dapat bergerak begitu jauh dari melodi sehingga lagunya memiliki kualitas yang bebas dan hampir abstrak. Begitu juga Betty Carter yang pengubahan phrasing dan iramanya dapat mengupas lagu paling manis sekalipun dari sensibilitas popnya. Bentuk ekstrem selain Sarah Vaughan dan Carter adalah Billie Holiday yang memiliki suara kecil dan jarang menyimpang dari jangkauan nada satu oktaf. Apabila penyanyi lain memperumit melodi asli dengan gerakan besar, Holiday malah sering menyempitkan melodi, bahkan saat ia memperlebar arus dramatisasi melalui serangkaian sarana yang kecil tapi efektif.

Belajar Jazz : Nyanyian Jazz
pict by : www.bluenotejazzfestival.com

Sebagian penggemar dan kritikus mencemooh vocalese sebagai pengalihan dari jazz (penggunaan kata-kata dalam musik instrumental yang sudah ada dianggap membuat kata "murni" memiliki arti yang membosankan dan tanpa improvisasi). namun, pengguna vocalese yang hebat, kayak Eddie Jefferson, King Pleasure, dan Jon Hendricks, adalah penyair sekaligus penyanyi, dan mereka menambahkan dimensi baru ke dalam solo tanpa kata-kata dan membuatnya menjadi lagu. Mereka membawa sesuatu yang baru ke dalam solo yang mereka tiru, memperkenalkan aliran naratif yang sering memperjelas atau bahkan memperkuat instrumental aslinya. Nyanyian Hendricks (dan syair yang ia tulis untuk lagu tersebut) pada album Sing a Song of Basie dari Lambert, Hendricks, dan Ross mendorong dampak ritmik dari berbagai saksofonis tenor yang ia tiru. Kemudahan para penyanyi vocalese dalam menambahkan kata-kata ke dalam improvisasi instrumental mwengingatkan kita bahwa para musisi jazz yang mereka tiru juga merupakan penulis lagu yang hebat.

Kemampuan yang dibutuhkan untuk mencapai keberhasilan dalam aneka bentuk nyanyian ini tidaklah sama, dan hanya sedikit penyanyi yang dapat meraih keberhasilan dalam lebih dari satu bentuk. (Karena Duke Ellington menulis untuk jenis-jenis gaya bernyanyi yang berbeda, satu ketika dalam kariernyaia menggunakan empat penyanyi berbeda; Joya Sherrill untuk lagu cepat, Al Hibber untuk blues dan penampilannya sendiri, Kay Davis untuk lagu pop, dan Marie Ellington untuk lagu tanpa kata-kata, seperti "Creole Love Song" ). 

Cek juga :

Belajar Jazz : Improvisasi, Komposisi, dan Aransemen

Belajar Jazz : Elemen - Elemen Jazz

  

37 comments

  1. Lama2 ke blog ini, aku bakal jadi mahir soal jazz dah.

    ReplyDelete
  2. Jazz itu yah, enak didengar tapi susah dipelajari dan dipraktekkan, suer haha

    ReplyDelete
  3. Aku cuma tau frank sinarta, itu juga belum pernah dengar musiknya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak malah belum tahu sama sekali Fir, Fira menang satu langkah nih masalah jazz :D

      Delete
  4. Mas Peri suka sekali dengan jazz ya sampai nulis jazz berepisode2. Keren banget di mataku yang nol besar ini tentang musik. Nama2 penyanyi jazz di atas yg mungkin disebutkan di atas saja aku sungguh asing.

    ReplyDelete
    Replies
    1. suka musik sebetulnya mbak, jadi memang mau masukkan beberapa teori musik.. hehe

      Delete
  5. Kalo aku nggak ada yang tau dengan dunia jazz kak, ihihi..
    sekarang jadi tau, nice info kak.

    ReplyDelete
  6. Pemain jazz Indonesia banyak juga yg bisa nyanyi. Tapi kanya mungkin mereka lebih bernyawa saat main saja ya. Main musik sama nyanyi barengan bukan perkara yg mudah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyap, kalo disini memang saya bahasin jazz di negara asalnya dulu.. di indo memang udah banyak musisi yang keren koq..

      Delete
  7. Jazz itu unik ya, memang gampang buat nyanyiin lagu genre ini.

    ReplyDelete
  8. Aku malh g paham jazz, mungkin prnah dngerin tp g tau jnis musikny.. he

    ReplyDelete
  9. Ya ampun aku baru tahu tentang beginian. Aku penikmat jazz tapi nggak ngerti yang di atas.selama ini juga ga merhatiin apakah mereka semua bisa be nyanyi atau nggak.kadang musisi jazz di Indonesia tetap ada vokal solonya sendiri kayaknya. Tapi si vokalis hampir dipastikan bisa main alat musik

    ReplyDelete
    Replies
    1. harus multi-talent biar ga hilang ciri khas :D

      Delete
  10. Baru tau bang. Selama ini aku menikmati lagu-lagu jazz cuma soal enak gak enak didenger aja. Oalaah ternyata ada beginian jugak.

    ReplyDelete
  11. waktu acara bajafash 2018 di batam kemarin ada penyanyi jazz indonesia yg baru naik, amelia ong. kereen banget dia
    ternyata pas searching dia belajar di australia dan udah lama berkarir di sana
    pantas keren banget dia...suaranya bagus, tekniknya juga..orangnya juga cantik hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hmm,,, Amelia Ong y, boleh nanti tak cek ah,

      Delete
  12. Banyak yang bilang jazz ini musiknya berat mas..

    ReplyDelete
  13. Aku sampai sekarang masih belum khatam ini mempelajari segala ilmu hip-hop, ya memang sih, tidak sedikit yang bilang jika tanpa jazz, mungkin hip-hop juga tidak akan muncul. Dan, sepertinya membaca blog ini, perkataan tersebut benar juga.

    ReplyDelete
  14. Aku suka kalau penyanyi jazz lagi battle esama penyanyi jazz battle sama pemain musik. bisa banget mgikutin nada alat musik. luar biasa banget kalau udah expert. Penonton jadi gampang hanyut terbawa suasana

    ReplyDelete
  15. Baru tau kalau musisi jazz itu pasti bisa bernyanyi dan baru tau juga kalau ternyata susah banget bagi seorang penyanyi jazz mengubah lagu pop biasa menjadi lagu jazz. Kirain bisa spontan gitu aja

    ReplyDelete
  16. Wah Jazz 😍 selama ini aku hanya sebagai penikmat saja. Kadang gak tahu judul dan penyanyinya malah. Baca artikel ini jadi banyak tahu deh 😊

    ReplyDelete
  17. Aku sebenernya ga ngerti apa-apa soal musik jazz kak, hehe

    ReplyDelete
  18. Cuma mendengarkan saja biasanya selama ini, namun tidak mengerti seluk-beluk musik jazz

    ReplyDelete
  19. Tiap baca tulisan tentang jazz ini aku malah bengong. Tapi kalau denger lagunya aku suka. Meskipun ga suka-suka banget hehehehe

    ReplyDelete
  20. Kakak suka banget jazz ya. Aku gak ngerti seluk beluk musik ini, boleh nih kapan" klo kopdar kita sharing

    ReplyDelete
  21. Wah kak peri ni kayaknya suka bgt ma jazz ya, boleh lah sekali kali saat acara bobe nyanyi jazz

    ReplyDelete