Pelatihan Praktis Wirausaha Sejak Dini



Pada Agustus 2017 lalu, BPS mengungkapkan bahwa jumlah pengangguran naik menjadi 7,04 juta jiwa. Masalah pengangguran di Indonesia dari tahun ke tahun semakin menjadi masalah yang tak juga terselesaikan.

Kondisi ini salah satunya disebabkan oleh kenyataan bahwa sistem pembelajaran yang diterapkan di berbagai perguruan tinggi lebih mendorong mahasiswa cepat lulus dan mendapatkan  pekerjaan, bukannya lulusan yang siap menciptakan lapangan kerja. Oleh karena itu, lulusan Perguruan Tinggi banyak yang menjadi pencari kerja (job seeker) bukan pencipta lapangan kerja (job creator).

Padahal, di negara yang sedang berkembang, peranan para wirausahawan atau para penggiat Usaha Kecil dan menengah [UKM] sangat penting dalam pembangunan dan stabilitas perekonomian. Oleh karena itu, pelatihan praktis wirausaha harus diajarkan sejak dini.


Salah satu cara membiasakan seseorang menjadi pelaku wirausaha adalah dengan pelatihan praktis wirausaha sejak dini dengan tahapan pengenalan, bukan sebagai pelaku. Pelatihan praktis wirausaha yang pertama adalah pembentukan mental wirusaha. Dalam pelatihan praktis wirausaha, anak tidak sekedar diajarkan cara berbisnis namun anak dilatih untuk memiliki mental dan karakter diri yang kokoh. Anak diajari untuk mengenali diri sendiri, mengendalikan emosi dan stres, mengelola waktu, komunikatif dan luwes dengan berbagai situasi, serta mampu memilih dan membuat keputusan.

Pelatihan Kewirausahaan untuk jiwa muda ini adalah suatu proses kegiatan peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan tentang kewi­rausahaan yang diperuntukkan bagi para pemuda, agar mereka mengenali, berminat dan mampu menjadi wirausahawan tangguh yang bisa membantu perekonomian nasional.


Pictures by : www.pixabay.com 

No comments