Lakukan Hal Ini Jika Mobil Kamu Pecah Ban

Lakukan Hal Ini Jika Mobil Kamu Pecah Ban

Mengemudikan mobil selain banyak benefit, juga ada beberapa resiko yang terdapat apabila kamu mengendarai mobil, salah satu resiko yaitu apabila terjadi pecah ban. Kuy kita cek hal apa saja yang harus dilakuakn apabila kamu mengalami pecah ban.

Pecah ban depan adalah kondisi saat kendaraan sangat sulit diprediksi dan dikontrol sebetulnya. Pada kecepatan berapapun, pengemudi harus memastikan keseimbangan kendaraannya dapat dikuasai dengan benar. Kita tidak pernah tahu kapan itu terjadi.

Tentunya kita harus ingat, lakukan beberapa hal ini untuk langkah preventasi terjadinya resiko pada mobil kamu guys, yaitu lakukan pengecekan dan perawatan ban mobil secara berkala. Contohnya setiap pagi atau sebelum kendaraan bergerak bisa kamu cek bray. Utamanya pastikan kondisi ban masih layak pakai sesuai umur yang direncanakan. Jaga tekanan angin ban dan jangan sampai kurang. Isi angin sesuai dengan anjuran yang tertera pada Tire Placard. Lalu gunakan ban sesuai  dengan jenisnya. Selain itu kamu juga wajib mengetahui Speed Index ban mobil kamu.

Laju kecepatan kendaraan harus sesuai rambu yang dianjurkan. Misalnya 60 km/jam pada sisi kiri dan 80 km/jam pada saat menyusul. Jangan mengemudi dengan kecepatan rendah pada lajur kanan di jalan tol. Selain mengganggu pengendara lain, ini juga membahayakan Anda. Ada potensi tertabrak dari belakang. 

Mengemudilah dengan santai, namun selalu waspada. Usahakan pandangan jauh ke depan, mata selalu bergerak, komunikasi dengan pengguna jalan lain dan jaga kecepatan kendaraan. Usahakan sediakan ruang untuk menghindar. Berapa jaraknya? Usahakan Anda berjarak empat detik dari kendaraan di depan. Analoginya gini bray, Satu detik pertama digunakan mata untuk melihat kendaraan. Satu detik kedua memberi respons pada otak. Satu detik ketiga, otak menyuruh kaki mengerem atau menekan pedal rem. Dan satu detik terakhir respons rem pada ban mobil. Jadi semakin kencang kecepatan Anda, semakin jauh pula jarak dengan mobil di depan.

pict by : www.pixabay.com
Jika pecah ban depan terjadi pada saat kendaraan melaju, pengemudi hanya punya reaksi satu detik. Maka yang harus dilakukan, tidak panik dan lepaskan pedal gas. Tujuannya, mendapatkan perlambatan kendaraan secara perlahan melalui engine brake. Pengemudi diharuskan mengarahkan (menahan kemudi dua tangan posisi 9-3) kendaraan sesuai dengan arah tujuan. Kontrol kendaraan (kemudi) dengan smooth, tidak melakukan gerakan kemudi kasar secara mendadak.

Jangan memindahkan gear ke posisi rendah (down shift). Mungkin maksudnya kita kan agar kecepatan kendaraan melambat. Tapi perlu diingat, hitungannya dalam sepersekian detik. Dilarang pula menambah kecepatan sedikitpun, karena bisa berakibat kendaraan bertambah liar (oversteer atau understeer).

Jangan menginjak pedal rem. Sebab bisa menambah beban pada ban yang pecah itu semakin besar. Apalagi jika lingkar kemudi ditarik ke arah ban yang pecah, bisa berakibat fatal seperti sliding bahkan mobil terbalik. Anda juga tidak dianjurkan menginjak kopling. Alasannya, justru membuat kendaraan meluncur dan fungsi perlambatan dari engine brake tidak bekerja.

Lastly, pakai kecepatan normal, 30 atau 40 lah, hindari kebut-kebutan, utamakan keselamatan daripada kecepatan, karena nyawa kita cuma ada 1.

Baca Juga :
Plus dan Minus Mobil Automatic dan Manual
Hal Yang Perlu Diwaspadai Saat Mengemudi Malam Hari

No comments