Theme Layout

Boxed or Wide or Framed

Theme Translation

Display Featured Slider

yes

Featured Slider Styles

[Boxedwidth]

Display Trending Posts

yes

Display Instagram Footer

No

Dark or Light Style

Cara Menjaga Anggaran Bangun Rumah Tetap Dalam Jarak Aman


Cara Menjaga Anggaran Bangun Rumah Tetap Dalam Jarak Aman

Impian membangun rumah sendiri membutuhkan perencanaan yang sangat matang, terutama untuk urusan anggaran. Untuk bangun rumah, sering kali anggaran yang dibutuhkan jadi membengkak akibat perhitungan yang meleset, kebutuhan tambahan yang mendesak, hingga kenaikan harga material bangunan. Hal ini tentu akan membuat kamu kebingungan mencari dana tambahan.

Lalu, apa strategi yang perlu kamu terapkan supaya bisa menjaga jarak anggaran membangaun rumah agar tetap aman. Kuy scroll ke bawah :

Hitung Biaya Pekerja Selama Proses Pembangunan

Tanpa adanya pekerja bangunan, proses bangun rumah impianmu bisa saja terhambat. Umumnya, biaya pekerja ini dipengaruhi oleh lokasi pembangunan dan standar upah setempat. Masing-masing pekerja juga memiliki keahlian yang berbeda seperti menggali tanah, mendirikan dinding, memasang atap, menata taman, instalasi listrik, hingga finishing.

Sistem pembayaran para pekerja yang ikut dalam kegiatan bangun rumah ini pun ada dua, yaitu harian dan borongan. Pada sistem harian, kamu wajib membayar mereka sesuai dengan jumlah hari pengerjaan. Sistem yang satu ini memiliki kelemahan karena pekerja yang nakal bisa saja memperlambat proses pembangunan dan memaksamu untuk mengeluarkan biaya lebih. Sedangkan pada sistem borongan, kamu dan pekerja sudah menyepakati jumlah bayaran untuk satu pekerjaan. Memang lebih aman dari aspek anggaran, namun beberapa pekerja yang nakal bisa saja menyelesaikan pekerjaan dengan asal. Hal ini bisa menyebabkan proses bangun rumah impian mengalami beberapa masalah dalam waktu singkat. Carilah kontraktor dan pekerja yang memiliki reputasi baik supaya anggaran bangun rumah tidak membengkak.

Buat Rancangan Anggaran Biaya

Pertama-tama, hal yang perlu kamu lakukan adalah merencanakan dana untuk bangun rumah secara keseluruhan. Perhitungkan lamanya waktu pembangunan dan inflasi yang mungkin terjadi. Apabila jangka waktu pembangunannya cukup lama dan proses menabung bisa berjalan bersamaan, mengapa tidak?. Jangan tunggu lama sampai semua harga barang meningkat. Pertimbangkan dengan jumlah pemasukan dan pengeluaran setiap bulannya.

Investigasi Harga Material Bangunan 

Untuk bangun rumah, kamu perlu menyediakan material bangunan yang cukup. Beberapa material bangunan yang wajib ada adalah semen, batu bata, pasir, cat, kayu, besi, dan sebagainya. Harga material bangunan ini berbeda-beda di setiap toko. Jadi, cari tahu informasi harga sebanyak mungkin dan pilihlah yang paling terjangkau namun tidak mengurangi kualitasnya. Pertimbangkan juga beberapa hal lain seperti kemungkinan kenaikan harga material dan ketersediaannya. Sejumlah material bangunan pun ada yang buatan lokal dan kualitasnya cukup baik. Bila harganya terjangkau, bolehlah dimasukkan ke dalam daftar belanja untuk bangun rumah nanti.

Konsultasikan juga kepada pihak kontraktor mengenai jumlah material bangunan yang dibutuhkan nanti. Dengan demikian, kamu bisa sekaligus membeli semuanya dan menghemat biaya pengiriman. Tapi, jangan membeli terlalu banyak karena jika bersisa, akan merugikanmu.

Bangun Rumah Secara Bertahap

Sulit untuk merencanakan biaya secara keseluruhan? Cobalah untuk bangun rumah secara bertahap mulai dari fondasinya, pendirian bangunan, pemasangan atap, hingga finishing. Dengan cara bangun rumah seperti ini, kamu akan lebih mudah memisahkan dan menentukan anggaran sesuai dengan kebutuhan atau harga material bangunan pada saat itu. Waktu bangun rumah memang menjadi lebih lama, tapi anggarannya bisa diperkirakan dengan seksama.

Menyesuaikan Fisik Pembangunan Dan Income

Ada baiknya anggaran dibuat menyesuaikan dengan pemasukan yang ada. Jika pemasukanmu memungkinkan untuk bangun rumah mewah atau bayar cicilan pinjaman di bank, tidak masalah. Tapi jika anggaranmu sudah pas-pasan, cobalah menyesuaikan keadaan bangunan saat bangun rumah nanti. Kurangi ruangan yang tidak perlu dan hadirkan ruangan multifungsi. Misalnya ruang makan yang menyatu dengan dapur atau ruang keluarga yang menyatu dengan ruang tamu.

Kisaran Biaya Bangun Rumah Per-Meter?

Bagi teman-teman yang enggak mau pusing dengan beberapa step di atas, terutama di bagian hitung-hitung material dan planing, Kamu bisa menggunakan acuan borongan bangun rumah per meter saja. Jadi, besarnya biaya tergantung dari luasnya lantai rumah atau bangunan yang akan dibangun, nett atau all include.

Untuk kisaran biaya per meter di daerah saya itu sekitar Rp.1.500.000. per-meter persegi. Per lantai lho ya. Jika ingin membangun 2 atau 3 lantai tinggal hitung saja 1,5 juta kali per luas lantai.

Contoh, jika hanya ingin membangun rumah/bangunan 1 lantai dengan ukuran 6x6m, maka kisaran biaya borongan/biaya nett untuk bangun rumah/bangunan tersebut adalah:
  • Luas lantai x biaya per-meter
  • 6x6m x 1.500.000 
  • = 36m x 1.500.000
  • = 54.000.000
Jadi, kisaran harga untuk bangun rumah ukuran 36m 1 lantai adalah 54.000.000 net. Bagaimana jika 36m 3 lantai?. Simple, biaya 1 lantai dikali dengan jumlah lantai tambahan.
  • biaya 1 lantai x jumlah lantai
  • =54.000.000 x 3
  • = 164.000.000
Jadi, untuk membangun rumah/bangunan dengan luas 36m 3 lantai adalah 164 jutaan nett. CUkup mudah bukan, perlu diingat jika ingin menambah ornamen atau up material mungkin akan memakan biaya tambahan lagi.
QuickEdit

You Might Also Like

No comments

Post a Comment

[name=Peri Hardiansyah] [img=https://res.cloudinary.com/lifebrown/image/upload/c_scale,w_124/v1571153934/IMG_20180201_062319_bban7e.jpg] [description=Enjoy Reading. Semoga Bermanfaat.] (facebook=https://www.facebook.com/peri.hardiansyah.3557) (twitter=https://twitter.com/PeriHardian) (instagram=https://www.instagram.com/perihardiansyah/)