Fakta Seputar Ganti Oli Yang Harus Kamu Tahu

Fakta Seputar Ganti Oli Yang Harus Kamu Tahu

Soal ganti oli mobil bukan hal sepele. Kesalahan dalam memilih atau saat megganti oli bisa berakibat fatal nantinya kepada mesin. Pemahaman soal oli sangat diperlukan ketika kamu memiliki kendaraan. Berikut ini ada beberapa fakta seputar ganti oli yang harus kamu pahami.

Tidak Masalah Apabila Sering Ganti Merek Oli

Berganti-ganti dalam pemilihan merek oli tidak menimbulkan masalah. Selama tipe olinya sesuai dan sama, termasuk spesifikasi dan SAE-nya sama, ganti merek sangat aman. Kalau tipe olinya sama, juga spesifikasinya, tidak apa-apa. Selama basis olinya sama, meski beda merek, tak ada masalah.

Yang perlu diperhatikan jangan sampai tercampur antara oli mineral dengan fully sintetis. Karena ada aditif yang tidak kompatibel antara keduanya. Jadi kalau mau beralih ke oli full sintetis, pastikan flushing atau pengurasan menyeluruh pada mesin agar bekas oli lama tidak tersisa lagi. Begitu juga sebaliknya. Selain itu, pastikan usia oli masih terbilang baru saat memilih full sintetis. Usia 3 - 6 bulan dipajang di toko merupakan rentang waktu yang masih bisa diterima. Lewat dari itu disarankan jangan membelinya.

Sering Kena Macet Mengakibatkan Cepat Ganti Oli

Ada istilah oli stres atau sudah rusak. Artinya performa oli juga sudah menurun dalam menjalankan fungsi, hal ini terjadi kartena mesin hidup terus tanpa ada odometer bergerak, sehingga meningkatnya faktor panas lebih yang ditanggung mesin. Semakin panas temperatur, usia oli semakin pendek. Setiap kenaikan 10 derajat, oli semakin pendek usianya menjadi separuhnya. Pada intinya, ganti oli dilakukan saat oli sudah stres dan kemacetan jalan ekstrem jadi salah satu penyebab oli cepat stres.

Perubahan Warna Bukan Indikator Mengganti Oli

Semakin banyak bekerja oli akan semakin rusak. Warnanya juga berubah jadi lebih pekat. Wajar, karena perubahan warna menjadi indikasi kalau oli bekerja dengan baik mengikat partikel-partikel kecil agar tidak mengendap. Itu sejalan dengan salah satu fungsi oli, yakni membersihkan. Jadi perubahan warna oli semata tak bisa jadi patokan sebagai indikator waktu pergantian oli. Oli yang bagus membawa kotoran lebih banyak, cukup lihat filternya saja.

Tidak Absolut Untuk Ganti Oli Setiap 10.000 km

Anggapan kalau oli harus diganti setelah 10.000 km itu salah. Memang masing-masing manufaktur mobil memberi acuan mengganti oli berdasarkan waktu atau jarak penggunaan. Tapi jarak 10.000 km saja tidak wajib mengganti oli. Mengganti oli tetap dilakukan karena oli sudah stres tadi dan tak bekerja dengan baik. Jadi kalau ingin mengacu pada jarak, ya sebaiknya ikuti yang disarankan oleh manufaktur.

No comments