Cara Mudah Parkir Mobil Dengan Benar


Kalau Kamu adalah salah satu orang yang baru berpindah dari sepeda motor ke mobil, maka selain mengenali fitur kendaraan ataupun harga cicilannya, pahami dengan baik cara untuk parkir. Pasalnya, ketika kendaraan tak digunakan, maka kendaraan harus diparkir. Tapi sebelum diparkir, Kamu perlu menggerakkan kendaraan ke lokasi parkir yang biasanya terbatas lahannya.

Parkir pun akan menjadi momok menakutkan jika Kamu tak memiliki kemampuan mengendarai mobil sebelumnya. Bukan saja masalah memilih tempat, namun bagaimana cara parkirnya pun kerap menjadi pekerjaan yang sangat menyulitkan. Namun, tak perlu khawatir, ada beberapa langkah yang sudah kami sarikan untuk memudahkan Kamu mempelajari teknik parkir.

Dimensi

Hal pertama yang perlu Kamu ketahui adalah dimensi. Berapa panjang, lebar dan tinggi kendaraan. Kenali data ini dari data spesifikasi maupun buku panduan yang diberikan ketika membeli mobil. Pengetahuan akan ukuran atau dimensi kendaraan akan menjadi penting agar Kamu bisa memiliki orientasi yang baik akan postur kendaraan.

Sebaik apapun Kamu berkendara di atas motor, ketika pindah ke balik kemudi mobil, orientasi ruang yang dibutuhkan akan lebih kompleks. Kamu berada di satu sudut kendaraan, sementara wilayah yang perlu Kamu cakup untuk pahami adalah keseluruhan sudutnya. Parkir akan menjadi pekerjaan yang sangat menyulitkan jika Kamu baru pertama kali berada di balik pengemudi karena masalah orientasi dimensi ini.

Sebelum memarkir kendaraan di tempat umum, tak ada salahnya Kamu berlatih terlebih dahulu untuk parkir dengan berbagai kondisi lahan. Selain memahami dimensi, Kamu juga perlu memahami bagaimana pintu kendaraan Kamu membuka. Pasalnya ketika pintu membuka, maka ruang yang dibutuhkan kendaraan pun akan bertambah.

Berbagai jenis pintu juga memiliki keuntungan dan kesulitan tersendiri ketika parkir. Pintu biasa yang terdapat di kebanyakan mobil memakan ruang sangat besar untuk membuka ke samping, sehingga Kamu perlu memperhitungkan lebar bukaan pintu dengan ruang yang nantinya Kamu butuhkan. Pintu yang paling tidak memakan ruang parkir adalah jenis pintu geser.

Fitur Kendaraan

Saat ini pabrikan sudah membuat kendaraan dengan berbagai fitur yang memudahkan pengemudi untuk melakukan parkir. Misalnya saja sensor parkir. Bermodal pancaran ultrasonik yang dibaca kembali, mobil menjadi memiliki pemandu yang bisa membantu Kamu menentukan jarak kendaraan dengan objek di sekitarnya. Sistem lain yang bisa Kamu gunakan untuk membantu parkir adalah kamera parkir. Dengan hadirnya kamera, Kamu bisa memantau sudut kendaraan yang tak terlihat dari kaca spion. Bahkan saat ini sudah ada kamera yang bisa memantau seluruh sudut kendaraan dengan All Around View Camera seperti Nissan All New X-Trail.

Fitur lebih canggihnya lagi bahkan mengeliminir kemampuan pengemudi dalam menggerakkan setir saat parkir. Fitur ini dimiliki banyak model Mercedes-Benz saat ini. Fitur bernama Active Parking Assist ini membantu pengemudi menemukan spot yang sesuai untuk parkir dan mengendalikan arah kemudi saat mobil bergerak masuk ke lahan parkir. Pengemudi pun hanya perlu mengatur gas, rem dan posisi transmisi saja.

Yang tercanggih dari segala fitur parkir adalah Remote Control Parking, dengan sistem ini, pengemudi bahkan tak perlu berada di balik kemudi untuk memasukkan mobil ke tempat parkir. Kendaraan akan bergerak masuk atau keluar dengan perintah di remote saja. Sistem akan mengatur secara otomatis pergerakkan setir, gas, transmisi, bahkan mematikan mesin hanya dengan sedikit perintah di remote.

Jika mobil Kamu memiliki salah satu dari fitur ini, tak ada salahnya memanfaatkan fitur ini agar parki tak lagi menjadi momok mengerikan saat akan beraktifitas.

Indoor atau Outdoor

Setelah Kamu memahami orientasi dimensi mobil dan mengenali fitur yang ada pada kendaraan, tiba saatnya mengenali lokasi parkir. Umumnya lokasi parkir bisa berada di dalam ruangan atau di luar ruangan.

Untuk lokasi parkir yang berada di luar ruangan, pastikan lokasi parkir yang akan Kamu pilih memiliki petugas khusus yang bertugas menjaga di wilayah tersebut. Sebab, meski memarkir kendaraan di tempat berbayar sekalipun, bukan berarti mobil Kamu terjaga keamanannya. Penyedia lahan parkir hanya memberikan lahan, dan tidak menjamin keamanan kendaraan Kamu.

Jika terpaksa parkir di pinggir jalan, jangan lupa perhatikan rambu yang berlaku. Misalnya saja di Jakarta, saat ini sudah banyak peraturan parkir yang diterapkan untuk menghindari parkir liar. Hukumannya bisa cabut pentil ban hingga derek. Ketika akan memarkir kendaraan di area luar, pastikan kendaraan Kamu tidak berada di bawah objek yang berpotensi jatuh atau menjatuhkan sesuatu, misalnya pohon yang berbuah.

Akan lebih ringan potensi resikonya jika Kamu berada di lahan parkir di dalam ruangan. Kendaraan Kamu tak akan tertetes getah pohon ataupun kotoran burung. Namun, perhatikan juga kondisi gedung tempat Kamu parkir. Beberapa gedung di Jakarta sempat terendam banjir di area parkir lantaran tak memiliki drainase yang baik.

Membaca Ruang Parkir

Setelah memahami dimensi kendaraan, ketika memilih spot atau ruang parkir, gunakan dengan baik pemahamaan Kamu. Pastikan ruang yang terdapat untuk parkir bisa menyimpan mobil Kamu dengan rapi. Artinya ada ruang untuk bagian buritan masuk, ada pula ruang di sisi kiri dan kanan mobil untuk membuka pintu dengan aman.

Gunakan marka yang ada di lokasi parkir untuk menentukan arah parkir. Jangan memarkir kendaraan menyalahi marka yang ada. Jika kendaraan di sekitar space tersebut terparkir dengan tidak rapi, jangan paksakan untuk masuk, karena hanya akan merepotkan Kamu untuk keluar-masuk nantinya.

Parallel atau Perpendicular?

Ada dua jenis cara parkir yang umum digunakan, paralel atau perpendicular. Parkir perpendicular biasanya akan lebih nyaman dengan memasukkan bagian buritan dahulu ke lokasi parkir. Hal ini akan terasa sulit di awal, namun ketika akan keluar, justu akan memudahkan Kamu. Pasalnya bagian muka akan berada menghadap keluar lahan parkir. Hal ini untuk mengantisipasi ada kendaraan yang parkir paralel di depan Kamu.

Jika Kamu terpaksa parkir di lahan paralel, maka gunakan cara seperti di gambar. Gunakan metode S, yakni maju terlebih dahulu hingga sejajar dengan kendaraan di depan, lalu belokkan roda dan mundur perlahan sambil agar buritan mobil masuk. Begitu wajah mobil di belakang Kamu terlihat separuh di kaca spion tengah. Putar kemudi ke arah berlawanan sambil terus mundur. Saat sudah berada dalam posisi mundur maksimal, majukan kendaraan agar memiliki ruang yang cukup antara kendaraan depan dan belakang Kamu.

No comments